<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1481">
<titleInfo>
<title>dry ice dan silica gel sebagai media tambahan pendingin es pada coolbox</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Urip Prayogi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Contributor</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>M. Ainul Yaqin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah</publisher>
<dateIssued>2016</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>viii, 38 p. : ill. ; 29 cm.</extent>
</physicalDescription>
<note>Proses  pengawetan  dengan  menggunakan  es  basah  mempunyai  kelemahan diantaranya  es basah mudah mencair sehingga temperatur ruang pendingin akan meningkat dan ikan cepat membusuk. Selain itu volume dan berat es basah yang besar  sangat  memerlukan  tempat  yang  banyak  dan  berakibat  mengurangi  ruang penyimpanan  pada  ikan.  Pengunaan  es  basah  untuk  pengawatan  ikan  mampu mempertahankan  suhu  -2°C  dalam  waktu  35  jam  dari  suhu  awal  36°C  dengan beban  78  kg  ikan.  Penggunaan  dry  ice  dan  silica  gel  merupakan  salah  satu alternative  bahan  pendingin  tambahan.  Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui lama waktu dan suhu  yang dicapai alat pendingin dengan penambahan uap dry ice dan  campuran  silica  gel.  Sistem  pendingin  ini  dirancang  dengan  menggunakan dua coolbox. Coolbox pertama sebagai tempat dry ice dan silica gel untuk coolbox kedua  sebagai  tempat  beban  ikan  dan  es  basah.  Uap  dingin  yang  keluar  dari coolbox pertama dry ice  dan silica gel akan dialirkan dengan menggunakan fan ke coolbox kedua. Percobaan dengan menggukan es basah 1 balok (40 kg) dan beban ikan  80  kg  dengan  penambahan  dry  ice  6  kg  dan  silica  gel  7  kg  didapat  suhu rendah -17°C dengan lama waktu pendinginan 120 jam.</note>
<subject authority=""><topic>coolbox</topic></subject>
<subject authority=""><topic>silica gel</topic></subject>
<subject authority=""><topic>dry ice</topic></subject>
<subject authority=""><topic>pendingin ikan</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Lantai 2 - Gedung Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Jalan Arief Rachman Hakim No. 150, Sukolilo, Surabaya</physicalLocation>
<shelfLocator>622.16.11 Yaq d</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">S0200062016</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan-UHT</sublocation>
<shelfLocator>622.16.11 Yaq d</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1481</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 10:15:15</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-03-07 10:15:49</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>